Image of SEJARAH DINASTI TIONGHOA MUSLIM DALAM PENDIRIAN KESULTANAN DEMAK BINTORO ABAD XV-XVI

Tugas Akhir

SEJARAH DINASTI TIONGHOA MUSLIM DALAM PENDIRIAN KESULTANAN DEMAK BINTORO ABAD XV-XVI



Fokus dari kajian penelitian ini adalah untuk mengkaji mengenai sejarah
peranan orang-orang Tionghoa Muslim dalam pendirian satu corak Dinasti
Tionghoa Muslim dalam sejarah pendirian Kesultanan Demak Bintoro pada abad
XV-XVI di Jawa. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui
bagaimana peranan orang-orang Tionghoa Muslim pada masa akhir Majapahit
yang kemudian mereka ikut turut serta mendirikan kekuasaan satu corak dinasti
dinasti pasisiran pada akhir abad XV, yaitu Demak Bintoro yang berujung pada
kejatuhan Kerajaan Majapahit di ibukota Trawulan tahun 1400 Saka/1478 M.
Dalam penelitian ini mempergunakan pendekatan historis dengan metode kajian
literatur, studi lapangan pada situs-situs bersejarah di sekitaran Kecamatan
Trowulan, Mojokerto, dan wawancara. Berdasarkan dari hasil kajian literatur,
studi lapangan pada situs-situs bersejarah, dan wawancara didapati bahwa orangorang Tionghoa, terutama sekali kelompok orang-orang Tionghoa Muslim
memainkan peranan pentingnya dalam kegiatan perniagaan serta mereka berhasil
menjadi penguasa dari lingkup pasar perdagangan di Jawa medio abad XIV-XVI
yang berhasil menguasai urat nadi perdagangan kerajaan-kerajaan di Jawa dan
Nusantara. Terdapat kemunculan pejabat kerajaan pada masa Majapahit yang
disebut sebagai Juru Cina serta efek dari kebijakan yang dikeluarkan pada masa
Prabhu Hayam Wuruk berupa Prasasti Canggu atau Trawulan I bertanggal 7 Juli
1358 M yang membuat kelompok orang-orang elite asing ini akhirnya
mendapatkan jaminan, perlindungan, dan hak-hak mereka yang ikut dijamin oleh
pemerintah pusat Majapahit. Kejatuhan Kekaisaran Romawi Timur yang
beribukota di Konstantinopel 29 Mei 1453 M membuat jalur perniagaan yang
menghubungkan antara Asia dan Eropa terputus setelah berhasil dikuasai oleh
pihak Kesultanan Turki Utsmani pimpinan Muhammad Al-Fatih/Fetih Sultan
Mehmed Han. Kehadiran armada Kekaisaran Ming yang dipimpin oleh
Laksamana Cheng Ho atau Zheng He ke pusat ibukota Kerajaan Jawa (Majapahit)
dengan satu misi tertentu (hidden agenda) yang ia bawa dengan menempatkan
orang-orang Tionghoa Muslim sepanjang wilayah pesisir utara Jawa membuat
kondisi Majapahit pada masa akhirnya menjadi semakin tidak menentu. Ketika
kekuasaan orang-orang Tionghoa Muslim di sepanjang wilayah pesisir utara
menjadi semakin kuat ditambah dengan dampak Islamisasi yang masif dari
kelompok Dewan Para Wali atau Walisongo, keadaan Majapahit yang seringkali
dilanda huru-hara akhirnya membuat tumbangnya kekuasaan Majapahit di Jawa
dan Nusantara tahun 1400 Saka karena gempuran Kesultanan Demak Bintoro
pimpinan Panembahan Jimbun.


Availability

T005982023 SEJ 17-023My LibraryAvailable

Detail Information

Series Title
-
Call Number
2023 SEJ 17-023
Publisher : .,
Collation
-
Language
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Classification
NONE
Content Type
-
Media Type
-
Carrier Type
-
Edition
-
Subject(s)
-
Specific Detail Info
-
Statement of Responsibility

Other version/related

No other version available




Information


RECORD DETAIL


Back To PreviousXML DetailCite this