<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1715">
 <titleInfo>
  <title>Dinamika Kehidupan Sosial Budaya Etnis Tionghoa di&#13;
Sidoarjo Tahun 1998-2019.</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Setiawan, Yunanto</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Kampus Stkip PGRI Sidoarjo</placeTerm>
   <publisher></publisher>
   <dateIssued>2020</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Tugas Akhir</form>
  <extent>123 hlm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini mengkaji tentang bagaimana dinamika sosial budaya&#13;
komunitas tionghoa di Sidoarjo pada tahun 1998 - 2019. Tujuan dalam penelitian&#13;
ini untuk mengetahui dinamika sosial budaya komunitas Tionghoa di Sidoarjo pada&#13;
tahun 1998 – 2019. Penelitian ini menggunakan pendekatan historis dengan metode&#13;
wawancara serta kajian literatur. Berdasarkan hasil wawancara dan kajian literatur&#13;
menunjukkan bahwa masyarakat tionghoa di Sidoarjo tidak terdampak secara&#13;
langsung dari peristiwa tragedi kemanusian Mei 1998. Sikap saling menghargai dan&#13;
mengasihi antara masyarakat pribumi dan Tionghoa yang telah diajarkan secara&#13;
turun temurun menjadi faktor utama. Namun kebijakan yang dikeluarkan pada&#13;
zaman orde baru tidak saja mendiskriminasikan orang orang Tionghoa selama 32&#13;
tahun, akan tetapi telah memberikan kenangan buruk dan rasa sakit hati bagi orang&#13;
orang Tionghoa. Sejak runtuhnya rezim orde baru, masyarakat Tionghoa&#13;
mendapatkan kembali kebebebasan untuk mementaskan budayanya di depan&#13;
umum. Tahun baru Imlek kembali diizinkan untuk dirayakan secara terbuka.&#13;
Kebebasan tersebut diharapkan dapat menciptakan kehidupan yang damai ditengah&#13;
keberagaman Indonesia, serta dapat memperkuat identitas bangsa Indonesia sebagai&#13;
bangsa yang multikultural</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>Penelitian Pendidikan Sejarah</topic>
 </subject>
 <classification>2020 SEJ</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Universitas PGRI Delta Jl. Kemiri, 61234. Telp./FAX (031) 8071354 - Jawa Timur</physicalLocation>
  <shelfLocator>2020 SEJ 16-032</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">T00455</numerationAndChronology>
    <sublocation>My Library</sublocation>
    <shelfLocator>2020 SEJ 16-032</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>COVER_skripsi_SEJ.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>1715</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-04-06 13:47:35</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-04-06 13:47:35</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>